Penulis:
Muhammad Rosyid Ridho, M.H.
Ruslina D. Wahyuni M.A.P.
Fadilah Qotimatun P. R., M.H.
Windari, M.H.
Novan Wahyu Primadi, M.H.
Fatmah Rangkuti, M.H.
ISBN:
978-634-04-1218-5
Penerbit:
PT Insight Pustaka Nusa Utama
Rp 54.000
Buku “Dinasti Politik dan Implikasinya” disusun sebagai bentuk tanggung jawab intelektual dan moral sivitas akademika Program Studi Hukum
Tata Negara (HTN) untuk mengkaji secara kritis salah satu gejala politik yang berkembang dalam demokrasi Indonesia, yaitu praktik dinasti politik.
Fenomena dinasti politik, seyogyanya menjadi alarm bagi kualitas demokrasi kita. Dengan dalih popularitas, elektabilitas, bahkan “tradisi keluarga”.
Kekuasaan menjadi pusaka yang diwariskan turun temurun. Masyarakat kita memang masih rentan terhadap pengaruh simbol, ketokohan dan
nama besar keluarga bukan berdasarkan rekam jejak dan kapasitas. Namun, kesalahan terbesar bukan hanya pada rakyat semata, melainkan pada elit
yang memiliki akses terhadap sumber daya negara. Oligarki sepantasnya tidak tamak, amanah haruslah menunjukkan keteladanan-bukan kerusakan.
Dalam Surah An-Nisa ayat 58, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya….” Plato dalam The Republic menegaskan bahwa
kehancuran negara terjadi ketika kekuasaan dipegang oleh mereka yang tidak memiliki kebijaksanaan, sementara Bung Hatta mengingatkan bahwa
demokrasi tidak boleh menjadi jalan pintas menuju kekuasaan pribadi. Kita tidak anti terhadap siapa yang memimpin, tetapi kita patut mengkritisi bagaimana seseorang bisa sampai pada kekuasaan. Demokrasi bukan hanya soal memilih, tetapi memastikan bahwa dia yang terpilih adalah layak dari proses terbuka, adil, jujur dan bebas dari kooptasi struktur lama.
Buku ini menjadi tanda bahwa perguruan tinggi khususnya prodi Hukum Tata Negara STAIMAS Wonogiri tidak hanya menjadi menara gading yang
pasif, tetapi harus menjadi bagian dari perdebatan publik, menjadi “pagar nalar” kritis bangsa.